Thursday, August 20, 2009

UANG DAN KEKAYAAN

"Siapa mencintai tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia." (Pengkhotbah 5 :9)

Tuhan tidak pernah berhenti mengingatkan kita berkenaan dengan uang. Di dalam Alkitab hal-hal tentang uang direferensikan secara negatif seperti dikatakan dalam 1 Timotius 6 : 10 bahwa "...akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Kata kunci dari ayat diatas bukan terletak pada pada "uang", tetapi lebih mengacu kepada "cinta" akan uang tersebut. Cinta terhadap uang dalam bahasa Yunani adalah Philarguria yang berarti "tamak dan kikir". Ketika seorang terjebak dalam nafsu uang dalam hatinya, maka ia telah menjadikan dirinya sebagai penyembah berhala dari dewa uang. Dia akan berusaha semaksimal mungkin bagaimana memperoleh uang dan mengejar kekayaan meski segala cara dihalalkan; tidak sedikit orang yang melakukan kecurangan dan berbagai jenis kejahatan demi uang itu.

Berkenaan dengan kekayaan, firman Tuhan dengan keras mengingatkan bahwa "...kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri. Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak suatupun padanya untuk anaknya. Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya." (Pengkhotbah 5 : 12b - 13). Seseorang yang semakin dikendalikan oleh cinta uang akan menjadi orang yang kikir; tipu daya yang dan kekayaan tersebut cenderung membuatnya menjadi arogan dan memandang rendah orang-orang yang berada dibawahnya. Oleh karena itu kita harus berhati-hati; bila pikiran kita tidak diperbaharui terus dengan Firman Tuhan, kita akan mudah tergoda terhadap cinta uang dan kenyamanan yang ditawarkan oleh tipu daya kekayaan. Uang memang memungkinkan kita untuk memiliki segala sesuatu, namun uang itu bukanlah segala-galanya, dan uang juga tidak dapat membeli kebahagiaan, damai sejahtera, apalagi keselamatan kekal!.

"Apa gunanya sesorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya ? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" Matius 16:26

0 comments: