"Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;" ( Mazmur 94 : 14 )
Saat ini krisis ekonomi masih terus melanda hampir semua negara di dunia ini. Tak terkecuali negara kita terncinta ini, keadaan ekonomi membuat negara ini semakin terpuruk, rakyat dihinggapi rasa takut dan kuatir tentang kehidupan mereka: harga kebutuhan pokok kian hari kian mencekik leher, dimana-mana rakyat kecil antri minyak tanah, belum lagi biaya pendidikan yang semakin melangit. Pengeluaran semakin meningkat namun tidak diimbangi dengan pendapatan yang sesuai; sunggul merupakan masa-masa yang sukar. Disisi lain juga para pejabat bergelimang uang dan harta, namun sedikit demi sedikit mulai mencuak ke atas bahwa pada kenyataannya mereka telah menyalahgunakan uang rakyat dan merugikan negara. Ini adalah gambaran keadaan negara kita!.
Bila terus menerus larut di dalamnya, akibat yang lebih buruk pasti akan terjadi yaitu kita akan mengalami depresi dan stress. Namun, sebagai anak-anak Tuhan, ada satu hal yang harus tertanam di dalam hati kita bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita sedetikpun. Dia bukan saja mampu menolong kita, namun ia juga sanggup memenuhi setiap setiap keperluan dan kebutuhan kita, bahkan, Tuhan ingin kita hidup dalam berkat-Nya selama-lamanya, karena kata-Nya, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyai dalam segala kelimpahan." ( Yohanes 10 : 10b).
Yang menjadi bagian kita adalah terus bertekum melakukan kehendak Tuhan dan tidak menjadi lemah dalam menanti-nantikan Tuhan, meskipun keadaan saat ini belum tampak baik dan seolah-olah janji-Nya belum kunjung tiba. Janji Tuhan tidak sama dengan janji manusia yang sering kali tidak ditepati, "...janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. Sebab siapakah Allah selain dari Tuhan, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita ?" ( Mazmur 18 : 31 - 32 ). Seperti pelangi sehabis hujan, itulah janji setia Tuhan kepada kita. "....apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh." ( Habakuk 2 : 3 ). Jangan iri hati terhadap orang dunia yang seolah-olah hidupnya baik dan penuh berkat karena semua itu ada waktunya, dan pada saat yang tepat Tuhan pasti bertindak.
Orang benar tidak pernah ditinggalkanNya, maka dari itu pegang teguh janji-Nya !
Thursday, October 9, 2008
Wednesday, October 8, 2008
PRAJURIT, OLAHRAGAWAN DAN PETANI
"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus." ( 2 Timotius 2 : 3 )
Kepada Timotius, Paulus menggambarkan kehidupan orang Kristen seperti seorang prajurit ( ayat 4 ), olahragawan ( ayat 5 ) dan petani ( ayat 6 ).
1. Sebagai seorang prajurit Kristus. Kita harus selalu siap untuk berjuang, menderita dan patuh kepada komandan kita yaitu Tuhan Yesus. Kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini ibarat berada di medan perang, kita harus terus berjuang mempertahankan iman dan berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan ( iblis ). Oleh karena itu, kenakanlah "....seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tiup muslihat Iblis." ( Efesus 6 : 11 ).
2. Sebagai seorang olahragawan. Kita harus tekun berlatih dan taat kepada peraturan yang diberlakukan kepada setiap olahragawan saat mengikuti pertandingan, karena jika tidak bermain menurut aturan pertandingan maka kita akan didiskualifikasi. Begitu pula di dalam kekristenan, kita harus patuh kepada aturan yaitu firman Tuhan; selain itu kita harus terus mendisiplinkan diri untuk tetap fokus pada tujuan akhir. "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagitu mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan,...." ( 2 Timotius 4 : 7 - 8 ). Mahkota itu adalah 'stephanus' yaitu mahkota hasil perjuangan, yang di dalamnya terkandung berkat-berkat Tuhan yang senantiasa menyertai kehidupan kita.
3. Sebagai seorang petani. Kita harus bekerja keras dan tiada kata 'lelah' sebab petani yang bekerja keraslah yang mendapat bagian dari hasil panennya, bukan petani yang malas. Di dalam amsalnya Salomo menulis, "Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa." ( Amsal 20 : 4 ). Seperti kita ketahui, seperti seorang petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba sebelum menikmati hasil jerih payahnya, jadi tidak dalam semalam benih itu bisa di panen. Kita harus belajar untuk tekun bekerja dan terus menabur dalam roh, karena pada saat yang tepat kita akan menuai hasilnya. Dalam proses menunggu itu kita harus tetap sebar dan jangan menjadi lemah !
Sungguh, hidup kekristenan membutuhkan perjuangan dan kerja keras !
Kepada Timotius, Paulus menggambarkan kehidupan orang Kristen seperti seorang prajurit ( ayat 4 ), olahragawan ( ayat 5 ) dan petani ( ayat 6 ).
1. Sebagai seorang prajurit Kristus. Kita harus selalu siap untuk berjuang, menderita dan patuh kepada komandan kita yaitu Tuhan Yesus. Kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini ibarat berada di medan perang, kita harus terus berjuang mempertahankan iman dan berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan ( iblis ). Oleh karena itu, kenakanlah "....seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tiup muslihat Iblis." ( Efesus 6 : 11 ).
2. Sebagai seorang olahragawan. Kita harus tekun berlatih dan taat kepada peraturan yang diberlakukan kepada setiap olahragawan saat mengikuti pertandingan, karena jika tidak bermain menurut aturan pertandingan maka kita akan didiskualifikasi. Begitu pula di dalam kekristenan, kita harus patuh kepada aturan yaitu firman Tuhan; selain itu kita harus terus mendisiplinkan diri untuk tetap fokus pada tujuan akhir. "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagitu mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan,...." ( 2 Timotius 4 : 7 - 8 ). Mahkota itu adalah 'stephanus' yaitu mahkota hasil perjuangan, yang di dalamnya terkandung berkat-berkat Tuhan yang senantiasa menyertai kehidupan kita.
3. Sebagai seorang petani. Kita harus bekerja keras dan tiada kata 'lelah' sebab petani yang bekerja keraslah yang mendapat bagian dari hasil panennya, bukan petani yang malas. Di dalam amsalnya Salomo menulis, "Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa." ( Amsal 20 : 4 ). Seperti kita ketahui, seperti seorang petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba sebelum menikmati hasil jerih payahnya, jadi tidak dalam semalam benih itu bisa di panen. Kita harus belajar untuk tekun bekerja dan terus menabur dalam roh, karena pada saat yang tepat kita akan menuai hasilnya. Dalam proses menunggu itu kita harus tetap sebar dan jangan menjadi lemah !
Sungguh, hidup kekristenan membutuhkan perjuangan dan kerja keras !
BERKAT DARI BERSAAT TEDUH
"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."
( Mazmur 16 : 11 )
Telah disampaikan dalam renungan-renungan sebelumnya bahwa Tuhan selalu menyediakan upah bagi orang-orang yang tekun dan setia. Setiap jerih payah yang dikerjakan untuk Tuhan itu tidak pernah sia-sia, karena "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan," ( Amsal 14 : 23a ), dan Paulus kembali menegaskan hal ini kepada segenap jemaat di Korintus, "....giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." ( 1 Korintus 15 : 58 ).
Bagitu pula kita kerika kita tekun menyediakan waktu pribadi dengan Tuhan, banyak berkat yang akan kita peroleh, diantaranya adalah :
1. Sukacita yang melimpah. Orang kristen yang setiap hari bertemu Tuhan senantiasa beroleh sukacita dan kegembiraan. "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam." ( Yeremia 15 : 16 )
2. Beroleh kekuatan. Orang-orang yang senantiasa menanti-nantikan Tuhan akan beroleh kekuatan baru setiap hari, dikatakan bahwa "mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya," ( Yesaya 40 : 31b).
3. Damai sejahtera. Kalau kita mengijinkan Tuhan meminpin dan mengontrol hidup kita setiap hari, kita tidak lagi diliputi oleh kekuatiran dan ketakutan, melainkan kita akan merasakan damai di dalam hati karena kita telah mendapatkan kepastian dan jaminan pemeliharaannNya.
4. Berhasil. Kunci untuk meraih keberhasilan adalah senantiasa merenungkan firman Tuhan siang dan malam, memperkatakan firman itu dan melakukannya, seperi yang diperintahkan Tuhan kepada Yosua ( baca Yosua 1 : 8, Mazmur 1 : 1 - 3 ). Namun, sayang sekali banyak orang Kristen menyepelekan hal ini, mereka berpikir bahwa keberhasilan hanya diraih dengan kekuatan dan kepintarannya.
5. Doa yang di jawab. Orang yang bergaul karib dengan Tuhan setiap hari dan tinggal di dalam Dia boleh mengklaim janji Tuhan dan memastikan bahwa doanya akan dijawab ( baca Yohanes 15 : 7 )
Jengan melewati hari tanpa bersaat teduh, karena besar berkat yang disediakan !
( Mazmur 16 : 11 )
Telah disampaikan dalam renungan-renungan sebelumnya bahwa Tuhan selalu menyediakan upah bagi orang-orang yang tekun dan setia. Setiap jerih payah yang dikerjakan untuk Tuhan itu tidak pernah sia-sia, karena "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan," ( Amsal 14 : 23a ), dan Paulus kembali menegaskan hal ini kepada segenap jemaat di Korintus, "....giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." ( 1 Korintus 15 : 58 ).
Bagitu pula kita kerika kita tekun menyediakan waktu pribadi dengan Tuhan, banyak berkat yang akan kita peroleh, diantaranya adalah :
1. Sukacita yang melimpah. Orang kristen yang setiap hari bertemu Tuhan senantiasa beroleh sukacita dan kegembiraan. "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam." ( Yeremia 15 : 16 )
2. Beroleh kekuatan. Orang-orang yang senantiasa menanti-nantikan Tuhan akan beroleh kekuatan baru setiap hari, dikatakan bahwa "mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya," ( Yesaya 40 : 31b).
3. Damai sejahtera. Kalau kita mengijinkan Tuhan meminpin dan mengontrol hidup kita setiap hari, kita tidak lagi diliputi oleh kekuatiran dan ketakutan, melainkan kita akan merasakan damai di dalam hati karena kita telah mendapatkan kepastian dan jaminan pemeliharaannNya.
4. Berhasil. Kunci untuk meraih keberhasilan adalah senantiasa merenungkan firman Tuhan siang dan malam, memperkatakan firman itu dan melakukannya, seperi yang diperintahkan Tuhan kepada Yosua ( baca Yosua 1 : 8, Mazmur 1 : 1 - 3 ). Namun, sayang sekali banyak orang Kristen menyepelekan hal ini, mereka berpikir bahwa keberhasilan hanya diraih dengan kekuatan dan kepintarannya.
5. Doa yang di jawab. Orang yang bergaul karib dengan Tuhan setiap hari dan tinggal di dalam Dia boleh mengklaim janji Tuhan dan memastikan bahwa doanya akan dijawab ( baca Yohanes 15 : 7 )
Jengan melewati hari tanpa bersaat teduh, karena besar berkat yang disediakan !
Subscribe to:
Posts (Atom)

