Wednesday, October 8, 2008

PRAJURIT, OLAHRAGAWAN DAN PETANI

"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus." ( 2 Timotius 2 : 3 )

Kepada Timotius, Paulus menggambarkan kehidupan orang Kristen seperti seorang prajurit ( ayat 4 ), olahragawan ( ayat 5 ) dan petani ( ayat 6 ).

1. Sebagai seorang prajurit Kristus. Kita harus selalu siap untuk berjuang, menderita dan patuh kepada komandan kita yaitu Tuhan Yesus. Kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini ibarat berada di medan perang, kita harus terus berjuang mempertahankan iman dan berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan ( iblis ). Oleh karena itu, kenakanlah "....seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tiup muslihat Iblis." ( Efesus 6 : 11 ).

2. Sebagai seorang olahragawan. Kita harus tekun berlatih dan taat kepada peraturan yang diberlakukan kepada setiap olahragawan saat mengikuti pertandingan, karena jika tidak bermain menurut aturan pertandingan maka kita akan didiskualifikasi. Begitu pula di dalam kekristenan, kita harus patuh kepada aturan yaitu firman Tuhan; selain itu kita harus terus mendisiplinkan diri untuk tetap fokus pada tujuan akhir. "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagitu mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan,...." ( 2 Timotius 4 : 7 - 8 ). Mahkota itu adalah 'stephanus' yaitu mahkota hasil perjuangan, yang di dalamnya terkandung berkat-berkat Tuhan yang senantiasa menyertai kehidupan kita.

3. Sebagai seorang petani. Kita harus bekerja keras dan tiada kata 'lelah' sebab petani yang bekerja keraslah yang mendapat bagian dari hasil panennya, bukan petani yang malas. Di dalam amsalnya Salomo menulis, "Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa." ( Amsal 20 : 4 ). Seperti kita ketahui, seperti seorang petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba sebelum menikmati hasil jerih payahnya, jadi tidak dalam semalam benih itu bisa di panen. Kita harus belajar untuk tekun bekerja dan terus menabur dalam roh, karena pada saat yang tepat kita akan menuai hasilnya. Dalam proses menunggu itu kita harus tetap sebar dan jangan menjadi lemah !

Sungguh, hidup kekristenan membutuhkan perjuangan dan kerja keras !

0 comments: