Tuesday, September 9, 2008

Allah Tahu Kemampuan Kita

"Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunnya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati." ( Yesaya 40 : 11 )

Allah tahu tiap langkah hidup kita. Ia tahu manakala kesedihan, derita dan kesendirian menimpa kita. Ia tahu ketika kita malu, hancur, tak mampu melangkah lagi. Ia adalah kasih abadi - kasih yang sama kemarin, hari ini, selamanya. Betapapun hancurnya kita, betapa keliru langkah kita bukanlah masalah bagi-Nya. Kegagalan kita tidak merubah karakter-Nya. Sungguh, kita bukanlah ditolak-Nya. Jika kita sungguh hati ingin memiliki-Nya, Ia bersedia menjadi gembala kita. Allah tidak memaksa domba-domba-Nya, melainkan membimbing mereka dengan lemah lembut, seperti ayat diatas.

Allah Bapa kita mengerti iman yang redup karena tekanan. Ia memperhitungkan alasan kegagalan kita. Ia merasakan malapetaka kita. Yesus tahu derita kita lebih dari yang lain. Ia merasakan yang kita rasakan. Rintihan kita sampai ditelinga-Nya. Ia mendengat tangis kecewa kita. Ketika bangsa Israel menderita, Allah tahu seperti kata-Nya pada Musa, "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umatKu di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." ( Keluaran 3 : 7 ). Ketika Allah mendengar jeritan mereka, Ia tidak berdiam diri. Ia bereaksi seperti kata-Nya, "Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ...." ( Keluaran 3 : 8 ).

Sebagaimana Allah membebaskan Israel, Iapun akan membebaskanmu ketika tak seorangpun peduli. Ketika kita melewati jalan yang salah, denga lembut Ia membimbing kita. Allah berkata, " ....mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya. Tetapi Aku akan mengembalikan Israel ke padang rumputnya, ...." ( Yeremia 50 : 6d, 19a ). Kita mudah melupakan Allah, "tempat pembaringan" kita, dan berkelana. Tetapi Ia menyertai ke mana pun kita pergi.

Penyertaan-Nya bukan karena kita baik, melainkan karena kasih-Nya yang abadi.

0 comments: