"Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!"
(Mazmur 29 : 2)
Ketika kita membangun persekutuan dengan Tuhan melalui saat teduh, kita sedang menggunakan hak kita untuk berdoa dan mengabdi kepada Tuhan, dimana biasanya kita yang lebih sering menghabiskan waktu atau terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Kita terlalu fokus pada kepentingan diri sendiri tanpa menghiraukan keberadaan Tuhan didalam hidup kita. Itulah senjata iblis untuk melemahkan dan membujuk kita, yaitu pelbagai kesibukan serta kekuatiran akan kebutuhan jasmaniah.
Tuhan Yesus berpuasa 40 hari 40 malam dan Ia mulai merasa lapar. Saat itulah iblis melancarkan jurusnya untuk mencobai Dia dengan menawarkan berbagai hal yang menjadi kebutuhan manusiawinya, baik makanan ataupun kemewahan dunia, namun dengan sangat tegas Tuhan berkata, "Enyahlah Iblis ! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti !" (Matius 4 : 10). Janganlah kemewahan dan iming-iming dunia ini membutakan mata rohani kita sehingga kita tidak lagi memikirkan perkara-perkara kekal. Sesibuk apapun dan seberat apapun beban hidup ini, kita harus dengan tekun berdoa dan berbakti kepada Tuhan, karena Tuhan yang layak mendapatkan doa dan bakti kita. Oleh karena itu kita harus merespon apa yang disampaikan oleh pemazmur, "Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut dihadapan Tuhan yang menjadikan kita." (Mazmur 95 : 6).
Berdoa atau bersaat teduh adalah waktu untuk membuat komitmen dengan Tuhan. Saat kita berdoa berarti kita sedang meminta Tuhan untuk menunjukkan kehendakNya bagi kita hari itu. Saat berdoa berarti kita sedang meminta Tuhan untuk membimbing kita sehingga kita mampu membedakan mana yang perlu dan yang tidak perlu (baca 1 Korintus 10 : 23). Pada saat berdoa pulalah kita menemukan rahasia kekuatan dan sukacita sejati. Jika orang Kristen hidup senantiasa dalam kesukaran, mudah mengalami kelemahan dan tidak pernah merasakan kebahagiaan, itu karena mereka tidak pernah mempunyai waktu untuk Tuhan dan berjalan bersamaNya.
Berjalan bersama Tuhan berarti intim dengan Dia di dalam jam-jam doa!
Tuesday, August 19, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment