KOMPROMI DENGAN DUNIA
"Karena di mana hartamu berada, disitu juga hatimu berada" (Matius 6:21)
Kita telah tahu bahwa untuk menuju ke perkara-perkara rohano banyak sekali tantangan atau hambatan yang menghadang setiap langkah kita. Demikian juga tidaklah mudah bagi bangsa Israel meninggalkan Mesir, banyak ritangan yang harus mereka hadapi.
Firaun dengan berbagai cara membujuk dan berusaha mencegah bengsa Israel agar tidak keluar jauh-jauh dari Mesir. Alkitab menulis, "Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini" (Keluaran 8:25) Karena usaha ini tidak berhasil, Firaun kembali berkata, "Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada Tuhanmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh" (Keluaran 8:28) Usaha Firaun tidak cukup sampai disitu, katanya, "...kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki....." (Keluaran 10:11), kemudian dia berkata lagi, "Pergilah, beribadahlah kepada Tuhan, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus kamu tinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu." (Keluaran 10:24). Firaun mempunyai taktik seperti iblis yaitu membujuk umat pilihan Allah untuk tetap melayani dan beribadah di Mesir yang adalah gambaran keduniawian atau kedagingan. Iblis tahu benar bila umat Israel pilihan Allah adalah melayani Allahnya di Mesir, mereka pasti tidak akan mempunyai kesaksian hidup.
Demikian pula kita tidak bisa melayani Dia sementara hati kita juga berpaut dan atau masih terikat dengan dunia yang berarti dalam waktu bersamaan kita juga melayani dan menyenangkan iblis. Begitu pula yang dialami Israel dimana Firaun memperbolehkan mereka pergi berbakti dan tinggal di Mesir agar juga dapat melayaninya.
Iblis tidak akan membiarkan kita pergi jauh meninggalkan dunia lama; bila hati kita terikat pada dunia, tidaklah mungkin hati kita berkonsentrasi ke hal-hal rohani sepenuhnya. Oleh sebab itu pisahkanlah dirimu dari dunia ini! Berpisah dengan dunia berarti meninggalkan segala perkara duniawi; segala kenikmatan dunia ini harus ditinggalkan dan dilupakan sama sekali. Anggaplah dunia ini sebagai padang gurun yang gersang yang tak dapat memberikan kesegaran rohani, dan "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan" (Matius 6:24a)
Bersahabat dengan dunia ini menjadikan kita musuh Allah! (Yakobus 4:4)


0 comments:
Post a Comment